Kuliner Khas Lasem yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

Wisata Lasem

10/1/20265 min read

Lasem merupakan salah satu kawasan menarik di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang memiliki perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, dan pesisir. Kekayaan tersebut tidak hanya terlihat dari bangunan kuno, tradisi, dan batik Lasem, tetapi juga tercermin dalam berbagai kuliner yang berkembang di masyarakat.

Bagi wisatawan, menjelajahi Lasem tentu tidak lengkap tanpa mencicipi makanan khasnya. Ada hidangan berkuah gurih, jajanan tradisional, makanan laut, minuman khas, hingga kopi yang memiliki tradisi tersendiri.

Berikut beberapa kuliner khas Lasem yang dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata Anda.

Lontong Tuyuhan

Jika berbicara tentang kuliner Lasem, lontong tuyuhan menjadi salah satu hidangan yang tidak boleh dilewatkan. Makanan ini berasal dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur/Pamotan di kawasan Rembang dan sangat populer di kalangan wisatawan kuliner.

Lontong tuyuhan disajikan dengan lontong atau ketupat bersama ayam kampung dan kuah santan berbumbu rempah. Kuahnya memiliki karakter gurih dan kaya rasa, sehingga cocok dinikmati bersama sambal.

Sentra kuliner di Desa Tuyuhan menjadi salah satu tempat yang dikenal untuk menikmati hidangan ini. Lontong tuyuhan bahkan masih menjadi kuliner yang dicari wisatawan ketika berkunjung ke kawasan Lasem dan sekitarnya.

Menariknya, perjalanan menuju sentra lontong tuyuhan juga memberikan kesempatan untuk menikmati suasana pedesaan di sekitar kaki Gunung Lasem.

Dumbeg Lasem

Dumbeg merupakan jajanan tradisional yang memiliki bentuk sangat khas. Adonan berbahan tepung beras, santan, dan gula dibuat menjadi makanan dengan bentuk mengerucut seperti corong, kemudian dibungkus menggunakan daun lontar.

Teksturnya lembut dan kenyal dengan cita rasa manis. Penggunaan daun lontar sebagai pembungkus juga menjadi bagian yang menarik dari proses pembuatan dumbeg.

Di Lasem, dumbeg tidak hanya dikenal sebagai makanan ringan, tetapi juga memiliki kaitan dengan tradisi masyarakat. Pemerintah Desa Dasun menyebut dumbeg kerap hadir dalam berbagai acara masyarakat seperti kenduri dan sedekah bumi.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal makanan tradisional Lasem, dumbeg merupakan salah satu pilihan yang menarik.

Sate Serepeh

Sate serepeh merupakan salah satu kuliner yang juga dapat ditemukan dalam khazanah makanan Lasem. Hidangan ini memiliki karakter berbeda dari sate pada umumnya.

Sate serepeh biasanya disajikan dengan bumbu yang memiliki cita rasa gurih dan pedas. Keberadaan makanan ini menunjukkan bagaimana kuliner pesisir Lasem memiliki kekayaan resep tradisional yang berkembang dari generasi ke generasi.

Bagi wisatawan yang senang mencoba makanan lokal, sate serepeh dapat menjadi salah satu pilihan ketika menjelajahi kuliner Lasem.

Kelo Mrico

Kelo mrico merupakan salah satu hidangan khas daerah Rembang yang juga dikenal dalam kuliner Lasem. Hidangan ini berbahan ikan dan memiliki kuah dengan rasa pedas yang menjadi ciri khasnya.

Kata “mrico” berkaitan dengan penggunaan lada atau merica yang memberikan sensasi pedas dan hangat.

Kelo mrico sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat. Bagi wisatawan yang menyukai makanan berkuah dengan cita rasa kuat, hidangan ini patut masuk dalam daftar kuliner yang ingin dicoba.

Kelo mrico bersama sate serepeh, dumbeg, lontong tuyuhan, urap latoh, dan berbagai hidangan lainnya tercatat sebagai bagian dari kekayaan kuliner Lasem.

Urap Latoh

Lasem berada di kawasan pesisir sehingga hasil laut juga memengaruhi kuliner masyarakatnya. Salah satu makanan yang menarik adalah urap latoh.

Latoh merupakan jenis rumput laut yang dapat diolah sebagai bahan makanan. Dalam sajian urap, latoh dipadukan dengan bumbu kelapa dan bahan pelengkap lainnya.

Teksturnya yang khas membuat urap latoh berbeda dari urap sayuran yang biasa ditemukan di daerah lain.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner dengan bahan lokal dari kawasan pesisir, urap latoh dapat menjadi pengalaman yang menarik.

Kawista dan Sirup Kawista

Selain makanan, Lasem dan Rembang juga dikenal dengan buah kawista. Buah ini dapat diolah menjadi minuman sirup dengan rasa dan aroma yang khas.

Sirup kawista dapat dinikmati sebagai minuman dingin, terutama setelah wisatawan berkeliling Lasem dalam cuaca panas.

Kawista juga menjadi salah satu produk yang menarik untuk dibawa pulang. Wisatawan dapat mencari berbagai produk olahan kawista sebagai oleh-oleh.

Dalam perjalanan kuliner Lasem, minuman berbahan kawista dapat menjadi pilihan untuk menyegarkan diri setelah mengunjungi kawasan kota tua, rumah kuno, atau destinasi budaya.

Kopi Lelet Lasem

Bagi pecinta kopi, Lasem memiliki tradisi kopi yang menarik untuk dikenali. Salah satunya adalah kopi lelet.

Kopi lelet bukan hanya tentang menikmati minuman kopi. Dalam tradisi masyarakat Lasem, aktivitas ngopi juga berkaitan dengan budaya berkumpul dan bersosialisasi.

Wisatawan dapat menemukan tempat-tempat yang menyediakan kopi dan menikmati suasana khas warung kopi Lasem.

Kopi lelet juga menjadi bagian dari identitas kuliner yang membuat pengalaman wisata di Lasem semakin berbeda. Sejumlah sumber tentang kuliner Lasem memasukkan kopi lelet sebagai salah satu makanan-minuman yang patut dicoba ketika berkunjung.

Nasi Tahu dan Masakan Rumahan

Selain kuliner yang secara khusus dikenal sebagai makanan khas, wisatawan juga dapat mencoba berbagai makanan rumahan yang tersedia di warung lokal.

Nasi dengan tahu, sayuran, sambal, lauk sederhana, maupun berbagai masakan Jawa dapat menjadi pilihan untuk sarapan atau makan siang.

Kuliner sederhana seperti ini justru dapat memberikan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat menikmati makanan dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sate Kastur

Sate juga menjadi salah satu pilihan kuliner yang menarik ketika berkunjung ke Lasem. Salah satu tempat yang tercatat saat ini adalah Sate Kastur Lasem, yang berada di kawasan Jalan Nasional 1.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner pada sore hingga malam hari, sate dapat menjadi pilihan makan setelah seharian berkeliling Lasem.

Jam operasional tempat makan dapat berubah, sehingga sebaiknya wisatawan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum berkunjung.

Sarapan di Lasem

Menjelajahi kuliner Lasem juga dapat dimulai sejak pagi. Salah satu pilihan yang tersedia adalah Soto Ringin Lasem Pak Maskuri yang tercatat buka pada pagi hingga menjelang siang.

Soto hangat dapat menjadi pilihan sarapan sebelum melanjutkan perjalanan mengunjungi berbagai destinasi Lasem.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana kuliner lokal, sarapan di warung setempat dapat menjadi pengalaman sederhana tetapi menarik.

Menikmati Kuliner di Kawasan Kota Tua Lasem

Salah satu hal menarik dari wisata Lasem adalah perpaduan antara wisata sejarah, budaya, dan kuliner.

Setelah mengunjungi kawasan bangunan tua dan kampung-kampung bersejarah, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan mencari makanan khas di sekitar kota.

Beberapa tempat makan yang saat ini dapat ditemukan di kawasan Lasem antara lain Waroeng Lasem Khong Khauw Tjiak dan Dapur Lasem Cafe & Resto.

Keberadaan berbagai tempat makan tersebut membuat wisatawan memiliki pilihan untuk beristirahat dan menikmati hidangan setelah menjelajahi Lasem.

Kuliner sebagai Bagian dari Pengalaman Wisata Lasem

Lasem memiliki karakter wisata yang berbeda karena wisatawan dapat menggabungkan banyak pengalaman dalam satu perjalanan.

Pagi hari dapat dimulai dengan sarapan, kemudian menjelajahi bangunan bersejarah dan kampung tua. Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan dengan mencicipi lontong tuyuhan, membeli dumbeg atau produk kawista, lalu menikmati kopi lelet pada sore atau malam hari.

Perpaduan tersebut membuat wisata kuliner tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pengalaman mengenal Lasem secara lebih dekat.

Tips Berburu Kuliner di Lasem

Sebelum berburu kuliner, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

Pertama, tanyakan kepada warga lokal mengenai makanan yang sedang tersedia karena beberapa makanan tradisional hanya dijual pada waktu tertentu.

Kedua, jika ingin mencicipi kuliner yang populer, datang lebih awal agar tidak kehabisan.

Ketiga, siapkan uang tunai secukupnya karena tidak semua warung tradisional menyediakan pembayaran digital.

Keempat, tetap menjaga kebersihan tempat makan dan membawa kembali sampah pribadi.

Terakhir, jangan ragu mencoba makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu jika ingin mencicipi banyak jenis kuliner sekaligus.

Jelajahi Lasem Lewat Cita Rasanya

Lasem bukan hanya menarik karena sejarah dan bangunan kunonya. Kekayaan kulinernya juga menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Mulai dari lontong tuyuhan yang gurih, dumbeg yang manis dan kenyal, sate serepeh, kelo mrico yang pedas, urap latoh, kawista, hingga kopi lelet, ada banyak cita rasa yang dapat ditemukan dalam perjalanan.

Bagi wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan ke Lasem, sisihkan waktu untuk menjelajahi kulinernya. Dengan begitu, perjalanan tidak hanya menghasilkan foto dan cerita, tetapi juga pengalaman rasa yang khas.

Nikmati Lasem melalui sejarahnya, budayanya, keramahan masyarakatnya, dan tentu saja kuliner khasnya.