Lasem menawarkan pengalaman akulturasi budaya yang unik, dari arsitektur kuno hingga kuliner legendaris, siap menanti Anda.
Heritage Tour
Kuliner Khas
Narasi Sejarah
Spot Fotografi
Jelajahi akulturasi budaya Tionghoa-Jawa yang kaya.
Nikmati hidangan legendaris di gang pecinan.
Menelusuri jejak 300+ tahun peradaban Lasem.
Abadikan momen indah di arsitektur kuno.


Tentang Lasem
Jantung Akulturasi Budaya
Lasem, sebuah kecamatan bersejarah di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyimpan pesona kebudayaan yang tiada tandingnya. Dijuluki sebagai "Tiongkok Kecil", kawasan ini menyajikan perpaduan harmonis antara akulturasi budaya Tionghoa, Jawa, dan Islam yang telah mengakar kuat selama berabad-abad. Mengambil Paket Wisata Lasem adalah cara terbaik untuk menikmati keunikan kota kuno ini secara utuh.
Melalui paket perjalanan ini, wisatawan diajak melintasi lorong-lorong waktu di Kawasan Pecinan Karangturi. Deretan bangunan berarsitektur klasik Tiongkok Selatan dengan tembok tinggi dan pintu kayu ukir menjadi latar sempurna untuk bernostalgia. Destinasi seperti Rumah Merah Lasem, Klenteng Cu An Kiong yang legendaris, serta Pesantren Kauman menjadi bukti nyata tingginya nilai toleransi masyarakat lokal.
Tak hanya bangunan sejarah, perjalanan Anda makin lengkap dengan ragam edukasi budaya dan kuliner. Anda bisa melihat langsung proses pembuatan Batik Tulis Lasem khas motif Tiga Negeri yang tersohor hingga mancanegara. Jangan lupa mencicipi hidangan khas seperti Lontong Tuyuhan dan pengalaman unik tradisi Ngopi Lelet.
Paket Wisata Lasem menawarkan pengalaman liburan yang edukatif, estetik, dan penuh kenangan. Segera agendakan perjalanan Anda dan temukan keajaiban sejarah yang tersembunyi di Lasem!
Langkah kaki di Karangturi seperti bisikan sejarah. Pemandu sangat berpengetahuan, membuat cerita Lasem hidup kembali.
Andi S., Jakarta
Akses privat ke Rumah Oei adalah highlight perjalanan. Detail arsitektur dan narasi yang dibagikan sangat eksklusif.
Maya R., Bandung
Batik Lasem yang indah dan kuliner legendaris. Paket ini benar-benar membawa kami ke jantung Little China of Java.
Budi H., Surabaya




